Foke Berharap Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Dunia

 

 

Kompleksitas permasalahan Jakarta, merupakan kelanjutan dari proses perkembangan yang terjadi di masa lalu, yang beberapa aspek dan dimensinya telah bergeser sehingga mengharuskan adanya penyesuaian dalam sistem pengelolaan dan standar pelayanan pelayanan publik. Keberhasillan Pemprov DKI Jakarta dalam mengelola beban masa lalu, bebas masa kini dan beban masa yang akan datang akan menjadi kunci sukses dalam membangun Kota Jakarta. Jika ketiga beban itu (triple burden) berhasil dikelola dengan baik, tentunya masa depan Jakarta juga akan berjalan ke arah yang lebih baik.

Jakarta, dikatakan Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, berawal dari sebuah bandar kecil yang terletak di muara sungai Ciliwung dengan jumlah penduduknya saat itu yang hanya berjumlah 15 ribu jiwa. Saat itu, Jakarta tumbuh dan berperan penting dalam perjalanan panjang nusantara sejak awal abad 20. “Di awal kemerdekaan, penduduk Jakarta hanya sekitar 600 ribu jiwa dan dilayani infrastruktur seperti jalan, trem, kereta api, air bersih dan penerangan jalan yang memadai. Bahkan saat itu, Jakarta dikenal sebagai jewel of the east,” ujar Fauzi Bowo dalam Rapat Paripurna Istimewa Memperingati HUT ke-484 Koya Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/6) lalu.

Dalam perspektif triple burden, Fauzi menyatakan, seluruh pihak bisa melihat fenomena kemacetan dan banjir, sebagai pekerjaan  rumah masa lampau yang harus diselesaikan saat ini supaya tidak membebani kota Jakarta di masa yang akan datang. ”Apabila kita bebicara tentang Jakarta Coastal Defense Strategy, Pusat Jasa Keuangan Regional, mass rapid transit, Kawasan Ekonomi Khusus dan pelabuhan laut di Marunda, serta  penataan ruang Jakarta 2030 misalnya, semua itu harus dilihat sebagai upaya menyiapkan pondasi bagi masa depan Kota Jakarta,” ujarnya.

Ke depan, dikatakannya, Jakarta akan menjadi sebuah megacity, kota besar dengan lebih dari 10 juta penduduk, dan menjadi salah satu dari 20 kota besar yang ada di dunia. Jakarta akan berkembang, selain sebagai pusat ekonomi Indonesia, juga akan menjadi salah satu pusat ekonomi dunia. Prediksi berbagai kalangan ahli telah melihat ekonomi Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari lima negara kontributor terbesar ekonomi dunia.

Sebagai megacity yang akan menjadi penggerak ekonomi dunia ini, Jakarta harus dipersiapkan dengan baik, karena akan dituntut untuk menyediakan prasarana dan sarana kota yang kualitasnya sesuai dengan standar dunia. Semuanya itu, sudah dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Raperda RTRW) DKI Jakarta 2030. ”Raperda RTRW Jakarta 2030 yang saat ini masih dalam pembahasan DPRD, sesungguhnya merupakan respon Pemprov DKI Jakarta terhadap kebutuhan prasarana dan sarana kota tersebut,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dalam rancangan tersebut, juga telah mengantisipasi trend pertumbuhan kawasan Greater Jakarta (Jabodetabekjur) yang akan dihuni oleh sekitar 30 – 35 juta jiwa pada tahun 2030. Hal ini tentunya menjadi tantangan besar bersama bagi Kota Jakarta dan Kota/Kabupaten Bodetabekjur di masa depan.

Pondasi peradaban yang memuliakan kejujuran, kecerdasan, dan ketulusan dalam pengabdian, menurutnya harus dibangun mulai saat ini. Karena, itulah yang akan membuat masyarakat Jakarta lebih mencintai kotanya, lebih solid, lebih menyatu dalam menjawab tantangan masa depan. Inilah modal sosial yang sangat fundamental bagi generasi yang akan datang.

Ditegaskannya, masa depan yang telah direncanakan itu memang akan menghadapi kesulitan dan tantangan. Tapi bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkannya bersama-sama. ”Kita tidak ingin menyerah dan pasrah pada kenyataan, kita harus mengubah kenyataan sesuai rencana dan tujuan yang ingin kita raih. Mungkin benar, kita sedang bermimpi, tetapi sejarah universal mengajarkan kepada kita bahwa serangkaian perubahan besar, sebuah pencapaian yang spektakuler, justru seringkali dimulai dari sebuah mimpi,” tegasnya.

Dewasa ini, Jakarta dengan segala keterbatasannya sebagai ibu kota negara, juga menjadi ajang berbagai kegiatan tingkat dunia, antara lain tuan rumah Asian Games, KTT Gerakan Negara-Negara Non Blok, ASEAN Summit 2011, dan World Economic Forum for East Asia. Selain itu Jakarta juga ditetapkan sebagai ibu kota ASEAN dan tempat kedudukan Sekretariat ASEAN.

Sebagai kota, dalam bidang lingkungan hidup, Jakarta juga berperan di tingkat dunia antara lain dalam C40, Duta Earth Hours, Climate Clinton Initiative, Presiden UCLG (United Cities and Local Government) Asia-Pacific.

About majalahkomite

Menuju Masyarakat Mandiri
Pos ini dipublikasikan di Ekonomi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s