ARTAV AntiVirus Lokal Ciptaan Anak bangsa Yang Sangat Kreatif


 

Nama seseorang mencerminkan doa. Dan doa pasangan Herman Suherman (45) – Yeni Soffia (38) rupanya benar-benar terkabulkan. Dua putranya, Taufik Aditya Utama (16) dan Arrival Dwi Sentosa (13) seperti yang mereka harapkan.

Seperti namanya, Taufik Aditya Utama, benar-benar menjadi bak matahari yang menjadi kekuatan utama bagi adiknya, Arrival Dwi Sentosa yang mengandung maksa kehadiran kesentausaan. Kesentausaan itu benar-benar hadir ketika anak kedua yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung itu berhasil mencipta antivirus komputer handal.

 

Melihat perawakannya, tentu banyak yang tidak percaya, remaja tanggung berumur 13 tahun yakni Arrival Dwi Sentosa bisa membuat antivirus yang dinamai “Artav AntiVirus”. Melalui antivirus ciptannya tersebut, Arrival atau yang biasa dipanggil Ival, bahkan kini namanya menjadi tenar di dunia maya atas keberhasilannya itu.

 

Bayangkan saja, dari buah pikir siswa kelas II SMPN 48 Bandung tersebut, Artav AntiVirus tersimpan 2.000-an jenis virus dengan hampir 500 ribu varian. Wow!

 

“Pembuatan Artav memakan waktu hingga satu tahun. Hal itu karena pengalaman komputer sendiri yang sering banget kena virus,” ujarnya.

 

Dasar Ival yang cerdas, menghadapi komputernya yang ngadat membuat otaknya berpikir keras bagaimana mengatasinya. Berbagai fitur dan buku mengenai antivirus dijajalnya. Namun tidak dinyana jika penjelajahannya mengenai antivirus malah membuat dirinya berhasil membuat antivirus sendiri.

 

Hebatnya lagi, dalam pembuatan Artav itu sebagian besar dananya berasal dari uang jajan Ival. Nah, mengenai nama Artav, katanya merupakan gabungan dari namanya dan sang kakak, yakni Taufik Aditya Utama.  “Nama saya Arrival Dwi Sentosa dan kakak saya Taufik Aditya Utama. Itu saya singkat jadi Artav biar keren,” tutur bocah yang akrab dipanggil Ival ini seperti Komite kutip dari detikINET.

 

“Ar dari nama saya Arrival dan Taf dari nama kakak, Taufik. Gabungan itu sendiri karena dalam pembuatannya saya dibantu sama kakak,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Arrival Dwi Sentosa juga telah menciptakan Operating System (OS) sendiri yang diberi nama Arrival Dwi Sentosa Operating System. Sungguh sebuah prestasi yang luar biasa.

 

Menciptakan Antivirus

 

Jangan pernah membayangkan kakak beradik itu mengandalkan perangkat IT mahal-mahal untuk menciptakan antivirus yang dinobatkan sebagai antivirus lokal terbaik di negeri ini. Di rumahnya, Gang Adiwinata No 9 Bojongsoang Kabupaten Bandung, hanya ada 1 unit komputer usang.

 

Di komputer milik bapaknya itulah, dengan meja sempit dan kursi plastik, Ival menciptakan kode-kode antivirusnya. Ketekunannya mengotak-atik kode antivirus itu berawal sejak setahun lalu, ketika ia dibuat geram gara-gara komputernya berkali-kali kena virus. Rasa penasaran mendorongnya mencari tahu cara kerja virus di internet. Setelah makin tertarik ia mulai membeli buku-buku antivirus berbasis Visual Basic.

 

Kegemaran Ival pada komputer sebenarnya muncul sejak kelas 3 SD. Saat itu ia gemar sekali memainkan pinball. Ia mulai tertarik melihat kode-kode yang bisa membuat game itu mudah dimainkan. Dan ia sudah bisa membuat kode sendiri.

 

Hanya berbekal buku dan internet itulah Ival berhasil menciptakan kode-kode antivirus. Meski ia mengaku tak menguasai desain, namun berkat bantuan kakaknya kendala teratasi. Taufik Aditya Utama, yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA 25 Bandung, menjadi kekuatan utamanya menyelesaikan Artav. “Saya yang membuat programnya, kakak yang membuat desainnya. Saya tidak bisa mendesain. Desain Artav saat ini kakak yang membuatnya. Bagus ngga,” kata Ival.

 

Dengan malu-malu, Ival memperkenalkan antivirus ciptaannya di akun facebooknya. Di luar dugaan banyak yang memberi respon positif terhadap antivirus itu. Saat ini Artav sudah didownload oleh 26.267 pengguna. Bukan dalam negeri saja, tapi juga ada yang dari luar negeri. Data base virusnya pun sudah hampir 2.000-an dengan hampir 500.000-an varian. Hampir tiap hari Ival menambah virus ke dalam data base-nya.

 

ARTAV

 

Artav merupakan antivirus berbasis visual basic dan support 100 persen unicode system. Selain itu, fitur-fitur yang ada cukup variatif. Mulai dari Realtime Protection, Anti Hacker, Mail Scanner, USB Protected dan Link Scanner. Bahkan di versi terbarunya 2.4, Artav juga menambahkan fitur Worm Detector dan Rootkit Detector.

 

Saat dijajal, Artav mampu membasmi virus anyar yang tengah menjangkiti banyak komputer seperti W32/Sality dan VBS/yuyun. Kecepatan scanning Artav juga cukup lumayan.

 

Lantas apa yang ada di pikiran Ival saat ini? Ia berharap pemerintah segera mematenkan antivirus ciptaannya. Ia juga mengaku berancang-ancang membuat software antivirus untuk samrtphone BlackBerry atau handphon.

 

Sebetulnya, kata Ival, pembuatan Artav untuk kepentingan pribadi. Namun atas dukungan dari kedua orangtuanya, kakak dan teman-teman di sekolah, ia memberanikan diri untuk mempublikasikan karya ciptanya.

 

Saat ini Ival juga membuka donasi di antivirus buatannya, untuk mendukung pengembangan Artav AntiVirus. Meski ada donasi, namun Ival menjamin jika ada yang butuh bisa diunduh secara gratis. “Saya ingin sekali mempatenkan Artav AntiVirus. Sehingga apa yang saya kerjakan ini lebih dihargai,” harapnya.

 

( Diolah Dari Berbagai Sumber )

About majalahkomite

Menuju Masyarakat Mandiri
Pos ini dipublikasikan di Iptek. Tandai permalink.

Satu Balasan ke ARTAV AntiVirus Lokal Ciptaan Anak bangsa Yang Sangat Kreatif

  1. Parjoko M berkata:

    Selamat kepada Artav, yang telah melengkapi koleksi antivirus Indonesia seperti Smadav dll. Biasanya versi standar gratis, sementara versi premiumnya mbayar. Dananya bisa dipakai untuk pengembangan, karena virus-virus baru terus bermunculan. Kalau versinya nggak diperbaharui, akan ketinggalan. Selamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s