Bangkit Pasca Bencana

Bencana alam yang menimpa sebagian rakyat Indonesia akhir-akhir ini menorehkan kepedihan bagi segenap bangsa. Negeri ini pun kembali berduka. Banjir bandang di Wasior, Teluk  Wondama, Papua. Gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, serta meletusnya gunung merapi  dalam rentang waktu singkat seakan menegaskan kembali bahwa negeri ini sangat ‘akrab’ dengan bencana alam.

 

Kita semua memang menyadari bahwa Indonesia merupakan negara yang wilayanya sangat rawan bencana. Dengan semakin tingginya intensitas dan frekuensi berbagai peristiwa bencana yang terjadi belakangan ini maka masalah penanggulangan bencana telah menjadi salah satu prioritas agenda pembangunan nasional. Hal ini disebabkan dampak yang ditimbulkan dari setiap bencana yang terjadi akan memberikan efek yang besar terhadap korban baik secara psikologis maupun kesejahteraan hidupnya.

Secara sosial, masyarakat yang terkena bencana akan mengalami beberapa kerentanan secara sosiologis antara lain: pertama, hilangnya sistem sosial yang telah mapan. Dalam rangka memulihkan kondisi masyarakat yang demikian tentu membutuhkan pendampingan agar mereka dapat dengan segera bangkit dari keterpurukan. Sebab pada hakekatnya masyarakat korban bencana dalam kondisi sakit secara sosial yang tentunya hanya dapat diobati dengan proses sosial lagi.

Kedua, hilangnya solidaritas sosial yang telah mapan. Ancaman dari hilangnya solidaritas sosial tersebut bisa mengakibatkan timbulnya dorongan bagi individu untuk berbuat jahat. Ketiga, terkurasnya mobilitas sosial sehingga membuat masyarakat akan kehilangan kebiasaan yang dilakukan. Dampak lanjutnya mereka dapat kehilangan kesempatan dalam mencari kebutuhan hidup.

Rentetan bencana alam yang terjadi dalam rentang waktu yang pendek tersebut  di atas tentu saja memberikan dampak yang besar bagi upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.  Pembangunan kesejahteraan bagi masyarakat yang terkena bencana secara langsung maupun tidak akan mengalami hambatan. Sebab selain hilangnya infrastruktur yang telah tersedia, upaya rekonstruksi dan rehabilitasi dampak bencana juga membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Dampak langsung yang dirasakan masyarakat juga akan menyentuh pada aspek kesejahteraan hidup mereka. Masyarakat korban bencana menjadi rentan jatuh ke lembah kemiskinan manakala harta benda yang mereka miliki hilang tersapu bencana. Selain itu, upaya pemenuhan kebutuhan hidup akan terganggu mengingat mata pencaharian yang selama ini dilakukan ikut rusak akibat adanya bencana. Kemapanan ekonomi yang susah payah mereka bangun selama ini seketika porakporanda kala bencana melanda.

Kondisi tersebut dapat kita cermati bagi korban tsunami di Mentawai yang mayoritas penduduknya berprofesi nelayan tentu tidak bisa langsung melakukan aktifitas melaut sebagaimana layaknya sebelum tsunami melanda. Begitu pula masyarakat Wasior yang masih harus menjalani hidup di pengungsian belum bisa menjalani rutinitas perekonomian yang ada. Tidak sedikit pula pengusaha kecil hingga menengah yang terpaksa gulung tikar karena aset yang dimiliki habis akibat bencana yang melanda.

Fenomena yang sama juga dilakukan masyarakat korban letusan merapi. Mereka yang berkerja sebagai petani dan peternak harus meninggalkan desanya untuk mengungsi dan segenap harta benda terpaksa ditinggalkan. Perasaan khawatir akan hilangnya harta benda berupa hewan ternak, bahkan membuat sebagian warga nekat untuk kembali saat bencana mereda. Semua itu dijalani dengan alasan merawat sumber penghidupan meraka agar tetap terjaga manakala bencana telah usai.

Melihat begitu besar dampak langsung dan ikutan yang diakibatkan bencana alam maka sangat realistis jika bencana dikatakan sebagai salah satu penyebab terjadinya kemiskinan di Indonesia, di samping faktor lain tentunya. Sebab setiap bencana yang terjadi membuka peluang tumbuhnya kemiskinan baru di masyarakat.

Bencana dapat memunculkan kemiskinan baru karena secara fakta empiris, bencana dapat memberikan kerugian bagi manusia. Kerugian dapat berupa kerugian nyawa, harta benda dan rusaknya lingkungan hidup. Di samping itu, bencana juga dapat menimbulkan kerugian psikologis yang membuat masyarakat trauma dan hilang kemandirian hidupnya.

Lebih jauh, berbagai bencana alam yang muncul tentu dapat menjadi kendala program pengentasan kemiskinan yang sedang dijalankan pemerintah. Untuk itu pemerintah selama ini memberikan perhatian yang besar kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Beragam bantuan dan upaya perlindungan sosial telah diberikan pemerintah
pada mereka yang terkena bencana.

Program tanggap darurat dan rehabilitasi serta rekonstruksi secara sigap dilakukan pemerintah, dengan tetap melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui koordinasi penanganan mulai tingkat lokasi bencana di daerah hingga di tingkat nasional. Pemerintah juga berusaha memulihkan kondisi ekonomi masyarakat yang terkena bencana melalui berbagai program yang ada seperti PNPM-Daerah Tertinggal dan Khusus di mana program ini diberikan pada daerah-daerah tertinggal dan yang mengalami konflik sosial dan bencana alam.

Selain itu, untuk mempercepat pemulihkan kondisi ekonomi masyarakat,  pemerintah akan terus mendorong memanfaatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui program PNPM Mandiri masyarakat dapat menentukan sendiri tentang kegiatan apa yang akan dilakukan. Sedangkan melalui Program KUR masyarakat dapat merintis atau membangun kembali usaha sehingga dapat segera bangkit dari bencana.

Dengan adanya beragam program tersebut diharapkan memberikan rasa optimisme masyarakat yang dilanda bencana. Bagi masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagi wirausaha bisa tetap optimis membangunnya kembali karena pemerintah telah memberikan kemudahan pinjaman melalui program KUR. Sedangkan bagi yang kehilangan pekerjaan dapat diatasi dengan adanya program pembangunan infrastruktur atau yang bersifat padat karya guna membuka kesempatan kerja.

 

Penutup

Menyadari begitu besarnya dampak yang harus diterima oleh para korban bencana tentu sudah menjadi keharusan penanggulangan bencana dilaksanakan secara terpadu. Selama ini upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah telah diupayakan melalui berbagai cara dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui koordinasi penanganan mulai tingkat lokasi bencana di daerah hingga di tingkat nasional.

Perhatian pemerintah dalam bentuk bantuan dan perlindungan sosial terhadap masyarakat yang terkena bencana selama ini juga sangat besar karena pada hakekatnya setiap bencana baik yang disebabkan faktor alam maupun karena ulah manusia yang menimpa masyarakat merupakan bencana bagi bangsa Indonesia. Berbagai program tanggap darurat dan rehabilitasi serta rekonstruksi dijalankan sebaik mungkin agar mampu meminimalisir setiap kerugian yang terjadi.

Dan, yang tidak kalah penting, pemerintah juga berusaha dan melakukan upaya pemulihan kondisi ekonomi masyarakat pasca bencana. Pemulihan ekonomi tersebut sangatlah penting guna mengurangi beban hidup masyarakat serta menghindarkan mereka agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan. Namun bisa bangkit kembali pasca bencana.

About majalahkomite

Menuju Masyarakat Mandiri
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s