Tekad Melanjutkan Program Inovatif bagi Kesejahteraan Masyarakat Bulungan

Budiman Arifin kembali memimpin Kabupaten Bulungan untuk periode 2010-2015. Kepercayaan yang diberikan kembali oleh masyarakat tersebut merupakan bukti keberhasilan mengemban amanah selama menjabat sebagai bupati pada periode sebelumnya.

Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) telah menghasilkan putra terbaik pilihan masyarakat Kab.Bulungan Drs.Budiman Arifin, M.Si dan Drs.Liet Ingai, M.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bulungan periode 2010-2015. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Periode 2010-2015 melalui Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab.Bulungan yang dipimpin oleh Ketua H.Hasbullah.

Gubernur Kalimantan Timur H.Awang Faroek Ishak atas nama Mendgri, secara resmi melantik keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bulungan lima tahun mendatang bertepat di Gedung Tamaddun Tanjung Selor,Rabu, (01/09).

Acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupai Bulungan ini dihadiri, Sekretaris daerah Propinsi Kaltim, Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Timur, Mewakili Kapolda Kaltim, Danrem 091/ASN, Beberapa Bupati dan Walikota sekaltim, Unsur Muspida Kab.Bulungan, Tokoh Masyarakat, Pengusaha serta elemen masyarakat.

Budiman Arifin, putra terbaik pilihan masyarakat Bulungan ini saat membacakan Fakta Integritas menyebutkan, berkomitmen untuk memberantas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dirinya juga menyatakan bahwa untuk 12 komitmen moral soal pembangunan di wilayahnya, akan terwujud sebelum berakhir masa kepemimpinanya pada 5 tahun kedepan.

“Insya Allah dalam kepemimpinan saya pada 5 tahun kedepan, semua komitmen moral saya saat kampanye dulu akan terlaksana dengan baik, dan itu juga sudah saya targetkan,” janji Budiman

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur H. Awang Faroek Ishak dalam sambutannya berharap agar Bupati dan Wakil Bupati yang telah dilantik dan diambil sumpahnya dapat secepatnya membangun sektor pertanian dan Infra struktur, mengingat Kab.Bulungan sangat potensial untuk pembangunan tanaman pangan khususnya padi mengingat tahun ini telah dimulai pengembangan Food Estata yang merupakan program Propinsi dan Pemerintah Pusat di Delta Kayan wilayah Bulungan.

Sebab Bulungan, menurut Gubernur berdasarkan sumber data tanaman pangan Propinsi Kaltim, adalah salah satu daerah yang telah surplus beras sejak tahun 2009 dimana produksi beras mencapai 28.800 ton lebih, sementara kebutuhan beras masyarakat Bulungan hanya 12.400 ton lebih yang berarti produksi beras masyarakat Bulungan pertahun berkisar16.000. ton.

Seiring dengan data tersebut Gubernur ingin Bulungan kedepan akan menjadi lumbung padi di Kaltim dan al ini bisa terwujud dengan kerja keras pemerintah bersama masyarakat.

Selain pertanian Gubernur juga menekankan pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan yang menghubungkan Desa ke Kecamatan bahkan ke Ibu Kota Kabupaten agar pada tahun yang akan datan semuanya dapat dilalui melaluijalan darat.Lebih jauh Gubernur mengatakan agar Bupati Dan Wakil Bupati yang telah dilantik melaksanakan prioritaspendidikan, kesehatan dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat serta menjalankan program yang berpihak pada rakyat dengan tujuan pengentasan kemiskinan.

Program Inovatif

Terpilihnya kembali Budiman Arifin-Liet Ingai sebagai bupati dan wakil bupati selama satu periode mendatang menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat akan program-program yang telah dijalankan pemerintah Kabupaten Bulungan selama lima tahun dibawah pimpinan Budiman Arifin. Kepercayaan masyarakat tersebut juga menegaskan bahwa program pembangunan yang selam ini dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu program inovatif dan strategis yang ditelorkan Budiman yang yang banyak mendapat dukungan dari masyarakat adalah Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD). Program PPMD diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sejak 2006 lalu.

Pada awal pencanangan program ini, Budiman  mengungkapkan program ini dilakukan dengan pertimbangan karena pelaksanaan pembangunan tidak semata berasal dari pemerintah saja (top down). Namun harus seimbang antara dari atas dan dari peran serta masyarakat atau bottom up.

Tujuan lain dari program PPMD adalah untuk pemerataan pembangunan. Proses pembangunan tidak boleh hanya fokus di perkotaan, dalam mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur, tapi merata di seluruh pedesaan.

Berbagai sarana infrastruktur desa, seperti semenisasi jalan, jembatan, balai pertemuan umum (BPU), sarana air bersih desa, Poskesdes, sarana pendidikan usia dini (PAUD) dan lain-lainnya, kini semua telah lengkap. Hasilnya sejak ada PPMD, kemajuan di desa sangat dirasakan masyarakat. Jalan-jalan kampung mulai bagus, fasilitas-fasilatas yang menjadi kebutuhan masyarakat semakin tersedia baik di sektor pendidikan maupun kesehatan.

Program PPMD yang dicetuskan Bupati bersama wakilnya terbilang sukses dalam implementasinya. Program tersebut dinilai bisa mengakomodasi usulan masyarakat khususnya yang ada di desa. Pemerintah Kabupaten juga sangat berkomitmen dengan memberikan alokasi anggaran yang cukup besar. Dari tahun ke tahun, anggaran pemerintah untuk PPMD meningkat. Pada 2006, pemkab melalui APBD menganggarkan Rp 26 miliar. Sedang di tahun 2007 dan 2008 ini, dianggarkan Rp 32 miliar.  Pada 2009 pembagian kepada kecamatan meningkat, karena jumlah kecamatan yang mendapatkan alokasi dana berkurang menjadi sepuluh kecamatan dari sebelumnya 13 kecamatan, termasuk yang sekarang menjadi Kabupaten Tana Tidung.

Di samping pemerataan pembangunan, tujuan lain dari program PPMD adalah untuk pemberdayaan masyarakat atau menumbuhkan peran serta warga dalam pembangunan. Soal keberhasilan program PPMD ini, masyarakat sendiri lah yang bisa menilai dan merasakan.

“Jadi terserah masyarakat, kalau memang dirasa memberikan manfaat akan kita teruskan, apabila tidak, yah… tidak perlu dilanjutkan,” ungkap Budiman dalam beberapa kali kesempatan.

Oleh karena program PPMD dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, Budiman menegaskan selama kepemimpinannya, program ini akan terus dilanjutkan. Ke depan, program PPMD akan selalu dilakukan penyempurnaan. Hal-hal yang menjadi kendala maupun kekurangan-kekurangan yang ada akan dievaluasi dan disempurnakan.

Pembangunan Berkeadilan

Kunci sukses lainnya yang dilakukan Budiman Arifin untuk meraih kepercayaan masyarakat adalah dengan menerapkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Selama kepemimpinanya tidak ada lagi warga termarjinalkan. Sebab, program Pemkab Bulungan diarahkan untuk pengembangan warga desa.

“Di Bulungan, sedikit demi sedikit kita menghilangkan marjinalisasi itu. Sekarang sudah tidak ada lagi,”kata Budiman.

Ada empat agenda utama pembangunan yang dicanangkan Budiman Arifin ketika dirinya menjabat sebagai bupati. Agenda tersebut antara lain meningkatkan sumberdaya manusia, meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat, mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur, membentuk tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.

Pembangunan sumberdaya manusia yang berkualitas menjadi prioritas pembangunan karena berdasarkan kondisi saat itu pembangunan yang dijalankan belum sepenuhnya mendorong pada terbentuknya manusia Bulungan yang berkualitas. Sebagaimana diungkapkan Budiman Arifin kepada Komite, pada awal kepemimpinannya masyarakat terutama perdesaan masih sangat sulit dalam memperoleh pelayanan pendidikan maupun kesehatan.

“Pada awal saya keliling ke desa-desa, keluhan masyarakat seperti tidak diperhatikan pemerintah.  Ada kepala desa yang bilang sama saya , anak saya meninggal tidak ada bidan, “ ungkap Budiman Arifin saat ditemui Komite beberapa waktu lalu. .

Peristiwa tersebut terjadi karena minimnya sarana dan prasarana kesehatan yang ada. Fasilitas pukesmas hanya terbatas tersedia di kecamatan dengan tenaga kesehatan yang belum memadahi.

Begitu pula dengan sarana pendidikan. Fasiltas pendidikan yang tersedia masih sanggat memprihatinkan. Bahkan ada daerah yang anak usia sekolah tidak bisa mengenyam pendidikan karena tidak adanya gedung sekolah.

Dari kenyataan itulah maka  Budiman Arifin, mengambil kebijakan masalah sumberdaya manusia harus menjadi prioritas pembangunan. Tidak hanya dalam segi pemenuhan infrastruktur pendidikan dan kesehatan namun juga ketersedian sumberdaya manusianya. Salah satunya, program rekruitmen lokal tenaga yang berarti tidak hanya penduduk asli tapi siapa pun yang sudah lama menetap di daerah tersebut.

“Lokal itu maksudnya orang-orang di sini yang kita sekolahkan. Jumlahnya sekarang mencapai 250 orang. Ada yang di Samarinda, Banjarmasin, Malang dan Bandung. Insya Alah tahun depan selesai karena untuk S1 kan lima tahun,” terangnya.

Dengan pola rekruitmen lokal diharapkan akan menjadi ujung tombak pembangunan yang ada. Hal ini disebabkan pengalaman mengajarkan bahwa ketika tenaga pendidik didatangkan dari luar daerah kebanyakan tidak betah.

“Kita berharap mereka inilah yang turun ke desa. Kenapa rekruitmen lokal, karena kalau kita datangkan dari Tarakan atau Samarinda tidak kerasan. Dari situ timbul kebijakan rekruitmen lokal tenaga guru, bidan ataupun perawat., “ujarnya.

Pemerataan sarana pendidikan juga menjadi sasaran utama pembangunan menginggat saat itu ketersediaan gedung sekolah terutama untuk pendidikan lanjutan sanggat minim. Jumlah lembaga tingkat SLTA hanya ada sekitar lima sekolah tentu tidak mencukupi bagi warga yang tersebar di speuluh kecamatan.

Kondisi tersebut sontak menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bulungan. Upaya percepatan penyediaan sarana pendidikan dilakukan dengan menambah hampir seratus persen dari fasilitas yang tersedia.

“Untuk itulah kita bangun saranana pendidikan yang merata. Begitu pula dengan puskesmas peningkatanya juga 100 persen, tenaganya juga kita siapkan. Nah itulah pemerataan pembangunan yang berkeadilan,” tegasnya.

Beragam kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bulungan di bawah kepemimpinan Budiman Arifin-Liet Ingai sebagai bupati dan wakil bupati melalui upaya pemerataan pembangunan memang sudah dapat dinikmati oleh segenap masyarakat Bulungan hingga ke pelosok perdesaan.

Kini amanah itu kembali diberikan kepada mereka berdua. Masyarakat tentu berharap program-program pembangunan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat dapat dilanjutkan. Sembari muncul kembali program inovatif dan kreatif baru agar harapan kesejahteraan bagi masyarakat pun semakin cepat terwujud. (adv)

About majalahkomite

Menuju Masyarakat Mandiri
Pos ini dipublikasikan di Advertorial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s