Mengurangi Derita Para Pengungsi

Letusan Guning Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang terjadi  pada Minggu (29/8/) dini hari sontak membuat warga sekitar pegunungan tersebut menungsi ke tempat yang aman. Terlebih lagi letusan kedua menyusul dihari berikutnya dengan memuntahkan debu vulkanik.

Kondisi tersebut memaksa ribuan warga mengungsi ketempat yang lebih aman. Mereka merelakan meninggalkan rumah dan mata pencaharian agar selamat dari bencana yang terjadi. Akibatnya, kini ribuan pengungsi  menempati tempat pengungsian yang telah tersedia.

Untuk menjamin kehidupan warga selama dalam pengungsian, Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk 10 hari pengungsian bagi warga terkena dampak letusan Gunung Sinabung. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/8).

Alokasi dana tersebut digunakan untuk menanggulangi kebutuhan pengungsi seperti makanan, obat-obatan, dan keamanan. Sehingga  para pengungsi merasa nyaman nyaman di tempat pengungsian  walaupun keadaannya tidak sama dengan di rumah.

Dana Rp 15 miliar tersebut, terang Menko Kesra, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lebih lanjut, Menkokesra menyebutkan jumlah pengungsi sudah mencapai sekitar 30.000 orang dan diharapkan semakin banyak warga yang kembali ke rumah masing-masing. Meski jumlah pengungsi bertambah banyak namun dipastikan kebutuhan pengungsi seperti selimut, makanan, termasuk makanan bayi, sarung karena di sana hujan terus udara dingin, berangsur-angusr dipenuhi.

“Meski jumlah pengungsi bertambah banyak mendekati 30.000 orang, terakhir dapat info suasana sudah membaik, asap tebal berkurang dan banyak pengungsi yang sudah kembali ke rumahnya,” ungkap Menkokesra.

Pemerintah sampai saat ini belum merasa perlu menetapkan status bencana nasional untuk letusan Gunung Sinabung. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), HR Agung Laksono mengatakan bencana meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara beberapa waktu lalu masih berstatus bencana lokal, karena masih bisa ditangani oleh Pemerintah Daerah.Meski demikian Pemerintah sudah menugaskan kepala daerah sampai tingkat bupati untuk memberi bantuan.

“Kita sudah menginstruksikan pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten, tertib dan transparan dalam memberi bantuan. Karena banyak masyarakat berbondong-bondong membantu,” kata Agung.

Kirim Bantuan

Menko Kesra menambahkan. Presiden Yudhoyono akan mengirim bantuan khusus sebagai bentuk kepedulian pribadi kepada pengungsi letusan Gunung Sinabung .Realisasi bantuan dari presiden terbut dilaksanakan pada awal sepetember lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirimkan bantuan sembako, pakaian dan obat-obatan bagi pengungsi korban letusan Gunung Sinabung. Bentuk bantuan antara lain berupa sembako, pakaian dan obat-obatan.

Secara simbolik bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Karo, Daulat Daniel Sinulingga, melalui Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) di pendopo rumah dinas bupati karo Jl. Veteran, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (1/8) jelang tengah malam.

Menurut Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Samijan, Presiden berpesan agar bantuan tersebut disalurkan secara adil dan merata kepada para pengungsi yang kini masih tersebar di lokasi penampungan.

Pada kesempatan tersebut,  Bupati Sinulingga mengatakan, semua bantuan akan dikumpulkan terlebih dahulu di gudang penyimpanan, sebelum disalurkan kepada pengungsi menurut kebutuhan.

“Satkorlak Pengendalian Bencana Gunung Sinabung akan memprioritaskan penyaluran bantuan yang paling mendesak bagi ribuan warga. Kalau selimut yang mendesak, maka selimut kita dahulukan,” ujarnya.

Jumlah warga yang mendiami pengungsian perlahan mulai berkurang. Hingga Rabu (1/9) tercatat sekitar 25 ribu orang atau mengalami penurunan drastis dari sebelumya yang berjumlah 30 ribu orang. Keberanian sebagain warga untuk kembali ke rumah
karena berdasarkan hasil pengamatan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Pengendalian Bencana Geologi (BVMPB), aktivitas Gunung Sinabung terpantau normal, pasca letusan Senin (30/9) lalu.

Pemerintah Kabupaten Karo,mengacu pada hasil tersebut, juga sudah memperbolehkan warga yang tinggal di radius 12 kilometer untuk pulang ke rumah masing-masing. Meskipun tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada manakal aktivitas Gunung Sinabung meningkat secara tiba-tiba.

About majalahkomite

Menuju Masyarakat Mandiri
Pos ini dipublikasikan di Kesejahteraan Rakyat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s